BAB 5 PERHITUNGAN JUMLAH ANGSURAN UTANG
Sebuah bisnis kadang ingin mengetahui detil berapa jumlah angsuran tiap bulan, dan berapa porsi pokok utang dan interest yang disumbangkan dari angsuran tersebut. Excel memiliki fungsi untuk mengakomodasi hal ini, yaitu fungsi PMT.
Fungsi PMT ini berfungsi menghitung pembayaran dari pinjaman, dengan masukan berupa nilai pinjaman, dan tingkat suku bunga.
Sintake yang digunakan adalah :
PMT (rate, nper, pv, [FV], [type] )
Berikut ini penjelasan dari argumen-argumen di atas :
Rate (wajiba), yaitu tingkat interest rate dari pinjaman.
Nper (wajib), jumlah total pinjaman pembayaran untuk pinjaman tersebut.
Pv (wajib). Nilai present value, atau jumlah sekarang dari sebuah nilai di masa depan. Ini juga sering disebut nilai principal.
FV (opsional). Nilai future value, atau nilai uang yang Anda inginkan setelah pembayaran terakhir dilakukan. Jika FV dihilangkan, diasumsikan nilainya adalah 0, yaitu nilai masa depan dari utang itu adalah 0.
Type (opsional). Nilainya nol (0) atau (1) dan mengindikasikan ketika pembayaran masih jatuh tempo atau belum. Nilainya 0 atau dihilangkan di akhir periode, atau 1 di awal periode.
Harus diperhatikan bahwa pembayaran yang dihasilkan dari rumus PMT hanya memasukkan nilai principal dan interest saja, tapi tidak termasuk pajak, dan biaya lain-lain yang berkaitan dengan pinjaman.
Pastikan Anda konsisten dengan unit yang Anda gunakan untuk menentukan rate dan nper. Contohnya jika Anda membuat pembayaran utang untuk empat tahun, dengan nilai interest rate per tahun sebanyak 12% /12 untuk rate dan 4*12 untuk nper-nya.
Jika ada membuat pembayaran tahunan untuk pinjaman yang sama, gunakan 12% untuk rate dan 4% untuk nper.
Untuk menghitung ini, Anda juga memerlukan fungsi PV. Fungsi PV ini merupakan nilai yang merepresentasikan present value dari investasi. Nilai present value ini adalah jumlah total dari pembayaran di masa depan yang ada sekarang.
Kalau Anda meminjam uang, maka jumlah uang ini merupakan present value bagi si pemberi pinjaman.
Sintaks PV ini adalah :
PV(rate, nper, pmt, [fv], [type])
Berikut ini beberapa argumen yang ada :
Rate (wajib) : interest rate per periode. Misalnya jika Anda memperoleh pinjaman 10% , maka bunga per bulannya adalah 10% dibagi 12, alias 0,83%.
Nper (wajib). Jumlah periode pinjaman total secara keseluruhan. Misalnya jika Anda memiliki pinjaman empat tahun yang harus dibayar bulanan, maka nper adalah 4 dikali dengan 12, alias 48 periode.
Pmt (wajib). Yaitu pinjaman yang dibayarkan tiap periode, dan tidak berubah sepanjang pembayaran. PMT biasanya terdiri dari principal dan interest,
FV (opsional). Nilai masa depan, atau nilai uang yang ingin diperoleh di akhir peiode. Jika FV ditiadakan, asumsinya adalah nol.
Type (opsional). Angka 0 atau 1 dan mengindikasikan ketika pembayaran yang sudah dibayar atau belum. Nilai 0 dihilangkan di akhir periode, dan nilainya 1 di awal periode.
5.1 Pembuatan Perhitungan Pinjaman
Berikut ini contoh pembuatan perhitungan pinjaman. Di sini Anda bisa melihat berapa view angsuran dan flow perhitungan pinjaman Anda. Berikut ini langkah-langkahnya :
Buat heading berupa Perhitungan pinjaman, kemudian buat dua tabel untuk memasukkan informasi utang dan informasi angsuran dan bunga.
Gambar 5.1 Pengisian heading tabel.
Masukkan info seputar utang Anda, seperti nilai utang, bunga/interest, dan jangka waktu (tahun).
Gambar 5.2 Pengisian informasi utang, jumlah utang, dan jangka waktu utang.
Kemudian hitung dulu angsuran bulanan. Caranya dengan menggunakan rumus PMT, dengan argumen rate per bulan, nper dan present value. Present value diisikan dengan jumlah utang.
Gambar 5.3 Perhitungan angsuran per bulan.
Klik Enter, maka angsuran per bulan akan terlihat.
Gambar 5.4 Angsuran per bulan sudah terlihat.
Berikutnya, buat rumus untuk menghitung total pembayaran, yaitu angsuran bulanan, dikalikan dengan jangka waktu dan dikalikan dengan 12 bulan.
Gambar 5.5 Pembuatan rumus total pembayaran.
Maka terlihat total pembayaran seperti berikut ini :
Gambar 5.6 Total pembayaran akan terlihat.
Buat tabel jadwal angsuran, dengan ini enam kolom, yaitu kolom Tahun, Saldo awal, angsuran tahunan, porsi bunga, porsi pokok dan saldo pinjaman.
Karena contoh angsuran di tutorial ini 8 tahun, maka buat 8 di bagian tahun. Kemudian untuk saldo awal, tentukan sesuai jumlah utang. Ini adalah saldo awal dari utang di tahun pertama.
Gambar 5.7 Saldo awal utang.
Buat rumus untuk angsuran tahunan, yaitu mengalikan angsuran bulanan dikali dengan dua belas. Untuk angsuran bulanannya, dikasih tanda dolar, agar bernilai statis.
Gambar 5.8 Pembuatan formula untuk angsuran tahunan.
Maka angsuran tahunan akan terlihat.
Gambar 5.9 Angsuran tahunan.
Tentukan saldo pinjaman, yaitu menggunakan fungsi pv (present value), dengan argumen berupa bunga, nper, dan pmt seperti terlihat di gambar berikut ini :
Gambar 5.10 Menghitung saldo pinjaman di akhir periode pertama
Nilai saldo pinjaman merupakan nilai akhir dari pinjaman ketika angsuran di tahun tersebut sudah ditunaikan.
Buat fungsi untuk porsi pokok, yaitu saldo awal dikurangi dengan saldo pinjaman akhir tahun.
Gambar 5.11 Pembuatan formula untuk porsi pokok.
Kemudian tentukan porsi bunga, yaitu pengurangan antara angsuran tahunan dikurangi dengan porsi pokok.
Gambar 5.12 Pembuatan porsi pokok.
Untuk saldo awal di tahun kedua, adalah sama dengan saldo akhir tahun sebelumnya.
Gambar 5.13 Pembuatan saldo awal di tahun kedua, sama dengan saldo akhir di tahun sebelumnya.
Maka Anda bisa melihat di tahun kedua, saldo akan sama dengan akhir tahun sebelumnya.
Gambar 5.14 Nilai awal saldo di tahun kedua.
Salin ke bawah untuk angsuran tahunan, ini karena angsuran tahunan tetap, karena interest selalu tetap.
Gambar 5.15 Salin ke bawah di angsuran tahunan.
Kemudian berikutnya, klik pada tahun pertama di saldo pinjaman.
Gambar 5.16 Klik pada tahun pertama di saldo pinjaman.
Kemudian salin ke bawah saldo pinjaman ini, sehingga terlihat di akhir tahun kedelapan, saldo pinjaman akan menjadi kosong. Artinya utang sudah lunas.
Gambar 5.17 Saldo pinjaman di akhir tahun kedelapan.
Salin juga kolom saldo awal hingga ke bawah, di situ terlihat saldo mulai berkurang sedikit demi sedikit hingga awal tahun ke delapan.
Gambar 5.18 Saldo 5.18 awal mulai berkurang.
Klik kolom porsi pokok dan salin ke bawah.
Gambar 5.19 Penyalinan ke bawah bagian porsi
Terlihat porsi pokok di awal tahun akan lebih sedikit dan terus membesar di akhirnya.
Gambar 5.20 Porsi pokok membesar di akhir tahun.
Terakhir, salin porsi bunga, kebalikan dengan porsi pokok, porsi bunga ini akan mengecil dari tahun ke tahun.
Gambar 5.21 Porsi bunga mengecil dari tahun ke tahun.
Kembali ke tabel Infornasi angsuram dan bunga, isikan total bunga dengan men-SUM pada header porsi bunga.
Gambar 5.22 Pengisian pada SUM porsi bunga.
Maka terlihat total pembayaran, total dari porsi bunga dari pinjaman Anda.
Gambar 2.23 Total pembuatan perhitungan utang
26. Langkah ini cocok Anda buat untuk utang bank, atau leasing.

0 Komentar